Total Tayangan Halaman
Selasa, 21 Juni 2011
Selasa, 26 April 2011
SISTEM KERJA KULKAS
KULKAS
Sistem kerja lemari es dimulai dari bagian kompresor sebagai jantung kulkas yang berfungsi sebagai tenaga penggerak. Pada saat dialiri listrik, motor kompresor akan berputar dan memberikan tekanan pada bahan pendingin. Bahan pendingin yang berwujud gas apabila diberi tekanan akan menjadi gas yang bertekanan dan bersuhu tinggi. Dengan wujud seperti itu, memungkinkan refrigerant mengalir menuju kondensor. Pada titik kondensasi, gas tersebut akan mengembun dan kembali menjadi wujud cair, Refrigerant cair bertekanan tinggi akan terdorong menuju pipa kapiler. Dengan begitu refrigerant akan naik ke evaporator akibat tekanan kapilaritas yang dimiliki oleh pipa kapiler. Saat berada di dalam evaporator, refrigerant cair akan menguap dan wujudnya kembali menjadi gas yang memiliki tekanan dan suhu yang sangat rendah. Akibatnya, udara yang terjebak di antara evaporator menjadi bersuhu rendah dan akhirnya terkondensasi menjadi wujud cair. Pada kondisi yang berulang memungkinkan udara tersebut membeku menjadi butiran-butiran es. Hal tersebut terjadi pada benda atau air yang sengaja diletakkan di dalam evaporator.
Kompresor
Kompresor merupakan bagian terpenting di dalam kulkas . Apabila di analogikan dengan tubuh manusia, kompresor sama dengan jantung yang berfungsi memompa darah ke seluruh tubuh begitu juga dengan kompresor. Kompresor berfungsi memompa bahan pendingin keseluruh bagian kulkas .
Kondensor
Kondensor adalah alat penukar kalor untuk mengubah wujud gas bahan pendingin pada suhu dan tekanan tinggi menjadi wujud cair. Jenis kondensor yang banyak digunakan pada teknologi kulkas saat ini adalah kondensor dengan pendingin udara. Yang digunakan pada sistem refrigrasi kulkas kecil maupun sedang. kondensor seperti ini memiliki bentuk yang sederhana dan tidak memerlukan perawatan khusus .saat lemari es bekerja kondensor akan terasa hangat bila dipegang.
Filter
Filter ( saringan ) berguna menyaring kotoran yang mungkin terbawa aliran bahan pendingin yang keluar setelah melakukan serkulasi agar tidak masuk kedalam konpresor dan pipa kapiler. Selain itu , bahan pendingan yang akan disalurkan pada proses berikutnya lebih bersih sehingga dapat menyerap kalor lebih maksimal.
Evaporator
Evaporator berfungsi menyerap panas dari benda yang di masukkan kedalam kulkas, kemudian evaporator menguapkan bahan pendingin untuk melawan panas dan mendinginkannya. Sesuai fungsinya evaporator adalah alat penguap bahan pendingin agar efektif dalam menyerap panas dan menguapkan bahan pendingin, evaporator di buat dari bahan logam anti karat, yaitu tembaga dan almunium.
Thermostat
Thermostat memiliki banyak sebutan antara lain temperatur kontrol dan cool control. Apapun sebutannya, thermostat berfungsi mengatur kerja kompresor secara otomatis bedasarkan batasan suhu pada setiap bagian kulkas. Bisa dikatakan, thermostat adalah saklar otomatis berdasarkan pengaturan suhu. Jika suhau evaperator sesuai dengan pengatur suhu thermostat, secara otomatis thermostat akan memutuskan listrik ke kompresor.
Heater
Hampir keseluruan kulkas nofrost dan sebagian kecil kulkas defrost dilengkapi dengan pemanas ( heater ). Pemanas berfungsi mencairkan bunga es yang terdapat di evapurator . selain itu pemanas dapat mencegah terjadinya penimbunan bunga es pada bagian rak es dan rak penyimpan buah di bawah rak es.
Fan motor
Fan motor atau kipas angin berguna untuk menghembuskan angin . pada kulkas ada dua jenis fan
1. fan motor evaporator
Berfungsi menghembuskan udara dingin dari evaporator keseluruh bagian rak ( rak es , sayur ,dan buah ).
2. fan motor kondensor
kipas angin ini diletakkan pada bagian bawah kulkas yang memiliki kondensor yang berukuran kecil yang berfungsi mengisap atau mendorong udara melalui kondensor dan kompresor . selain itu berfungsi mendinginkan kompresor.
Overload motor protector
Adalah komponen pengaman yang letaknya menyatu dengan terminal kompresor. Cara kerjanya serupa dengan sekering yang dapat menyambung dan memutus arus listrik. Alat ini dapat melindungi komponen kelistrikan dari kerusakan arus akibat arus yang dihasilkan kompresor melebihi arus acuan normal.
Bahan Pendingin (Refrigerant)
Refrigerant adalah zat yang mudah diubah wujudnya dari gas menjadi cair, ataupun sebaliknya. Jenis bahan pendingin sangat beragam. Setiap jenis bahan pendingin memiliki karakteristik yang berbeda.
Senin, 28 Maret 2011
Parabola
CARA KERJA ANTENA PARABOLA DAN ALAT PENDUKUNG LAINNYA
Tak banyak yang begitu mengerti bagaimana sebuah parabola dapat menangkap siaran televisi,terutama di kalangan masyarakat awam.
Hal itu dimungkinkan para ahli atau para bengkel yang biasa mengerjakan pemasangan dan perbaikan antena parabola tak pernah membagi pengetahuannya kepada masyarakat.
Padahal jika saja masyarakat tahu sistem pengeoperasian sebuah antena parabola yang lebih maju teknologi dan lebih aman di banding dengan antena biasa tentunya animo masyarakat akan lebih tinggi di bandingkan saat ini.
Cara kerja antena parabola sesungguhnya tidaklah rumit,pertama sinyal yang di pancarkan melalui satelit akan jatuh pada jaring atau payung antena parabola yang juga mengarah langsung ke arah dimana satelit itu berada.
Selanjutnya jaring akan memantulkan sinyal dari satelit tersebut kedalam lubang-lubang lnb.Lnb yang menangkap sinyal tersebut di olah oleh receiver guna menjadikan gambar dan suara yang nyata.
Cukup simpel bukan?
Yang menjadi dasar adalah lnb berkerja diatas 3000 Mhz,dan setiap sinyal yang datang dari lnb,di dalam mesin receiver di rubah menjadi nomor-nomor prekuensi atau tranponder sesuai dengan setingan dari pabrikan receiver diproduksi,dan di dalamnya terdapat kode-kode yang berhubungan dengan visualisasi gambar serta audio.
Jadi jika sebuah tranponder telah di cukupi mutu dan kualitas sinyalnya maka receiver akan menterjemahkannya dengan bentuk gambar dan suara.
Jika sebuah antena parabola menggunakan lebih dari satu lnb,maka DiSEqC atau terminal lnb lah yang berkerja memisahkan gelombang sinyal dari satelit lain,yang masuk pada lnb yang lain pula.
Karena input yang ada di dalam receiver hanya satu jalur lnb,maka DiSEqC lah yang memisahkan dan kemudian menyatukan kemudian kembali dan mengolah menjadi satu input pada receiver tapi satelit dengan satelit lain siaranya terpisah.Perlu diketahui bahwa baik lnb maupun DiSEqC atau terminal dapat berkerja karena ada pasokan daya listrik(DC)dari mesin receiver.
Begitu juga dengan antena parabola yang menggunakan penggerak otomatis atau motor,sistem sinyalnya sama,cuma pada antena parabola yang memakai motor terdapat rangkaian tambahan didalam mesin motor tersebut yaitu sensor.
Dimana sensor berkerja untuk memberhentikan motor pada posisi yang telah di seting pada mesin receiver.
Motorpun berkerja dibawah kendali receiver,kecuali receiver yang tidak memiliki perangkat untuk menjadikan motor berkerja secara otomatis atau di dalam receiver di sebut DiSEqC 1.2. Perlu di ingat motor di samping dipasok daya listrik dari receiver,motor juga mempunyai daya tersendiri,ini berguna untuk pengeoperasian motornya sendiri,karena satu unit motor terdapat dua alat,yang satu berupa mesin yang di hubungkan dengan receiver yang satu lagi di pasang di antena parabola.
Sedangkan daya dari receiver yang ada dalam mesin motor adalah untuk di salurkan pada lnb.
KESIMPULAN:
Jadi berdasar yang saya kemukakan di atas,maka dapat di ambil kesimpulan bahwa setiap komponen mempunyai pungsi,sebagai berikut:
1. Jaring atau daun dengan bentuk payung terbalik berpungsi memerima gelombang sinyal dari
satelit dan memantulkan sinyal ke lubang lnb.
2. Lnb berpungsi menerima pantulan sinyal dari jaring.
3. DiSEqC atau terminal berpungsi memisahkan gelombang sinyal dari satu lnb dengan lnb
lainnya,yang kemudian memprogramnya menjadi satu jalur tanpa ada sinyal yang beradu.
4.Receiver berpungsi mengolah data dari sinyal yang di terima oleh lnb.
5.Motor berpungsi untuk mengopeasikan jaring antena bergerak secara otomatis yang
sebelumnya telah di program di mesin motor dan receiver.
Komponen lainnya yang tak kalah penting pungsinya adalah penggerak jaring manual yang langsung menyatu di dalam dudukan jaring.
Penggerak ini terdapat dua penggerak yang berbentuk sudut segi tiga yang berpungsi untuk mengarahkan antena parabola ke arah dimana satelit berada.
Selanjutnya adalah tiang pokus yang di tempelkan dudukan(rumah)untuk lnb.Tiang ini berpungsi untuk mengarahkan lnb pada satu titik pusat tertentu dan juga berpungsi untuk mengatur tinggi rendahnya lnb.
Alat ini hanya ada pada antena parabola yang terbuat dari alumunium,sedang untuk antena parabola yang terbuat dari seng di ganti dengan kaki-kaki yang juga terbuat dari seng yang lumayan keras.
Sistem kerjanya nyaris sama dengan tiang fokus,cuma untuk mengarahkan lnbnya otomatis bersamaan dengan gerak jaringnya.
Jumat, 11 Maret 2011
OPTION SETTING LG FLATRON
OPTION SETTING LG FLATRON 21" IC LG 631 9R
VP 0 RF AGC 34
VP 1 H POS 8
VP 2 V POS 0
VP 3 V SIZE 69
VP 4 R BIAS 90
VP 5 G BIAS 90
VP 6 B BIAS 90
VP 7 R DRIVE 65
VP 8 G DRIVE 7
VP 9 B DRIVE 70
VP 10 V LINE 20
VP 11 V S-CORR 10
VP 12 V COMP 3
VP 13 H BLK L 3
VP 14 H BLK R 3
VP 15 AFC GAIN 0
VP 16 H FREQ 15
VP 17 CD MODE 0
VP 18 V BLK SW 0
VP 19 F BB...... SW 1
VP 20 YC FILTER 2
VP 21 Y APF 0
VP 22 SYSTEM 0
VP 23 C VCO 4
VP 24 PAL APC 0
VP 25 STRAP SW 1
VP 26 VIF SYS 1
VP 27 VCO FREQ 28
VP 28 SIF SYS 1
VP 29 SUB BIAS 45
VP 30 BRIGHT 65
VP 31 ABL 1
VP 32 BRI STOP 0
VP 33 ABL TH 4
VP 34 RGB TEMP 0
VP 35 COR GAIN 3
VP 36 PRE SHOOT 0
VP 37 OVER SHOOT 3
VP 38 Y GAMMA 0
VP 39 DC REST 1
VP 40 B-S-START 2
VP 41 B-ST GAIN 2
VP 42 C BY PASS 0
VP 43 C KILL ON 0
VP 44 C KILL 0FF 0
VP 45 C KILL OPER 7
VP 46 RB BAL 5
VP 47 RB ANG 5
VP 48 B-Y LEVEL 10
VP 49 R-Y LEVEL 11
VP 50 V LEVEL 6
VP 51 OVER MO SW 0
VP 52 OVER MO LE 8
VP 53 TINT TH 0
VP 54 Y TH 1
VP 55 Y GAIN 0
VP 56 R WIDTH 0
VP 57 R OFFSET 0
VP 58 B WIDTH 0
VP 59 B OFFSET 0
VP 60 T DISABLE 1
VP 61 V TRANGE 0
VP 62 A MUTE 0
VP 63 V MUTE 0
VP 64 SYNC KILL 0
VP 65 V KILL 0
VP 66 FSC SW 0
VP 67 GRAY 0
VP 68 CROSS BW 0
VP 69 H TONE 3
VP 70 RGB BLK 0
VP 71 C EXT 0
VP 72 CRCB IN 0
VP 73 AUDIO SW 0
VP 74 VOL FILL 0
VP 75 FM MUTE 0
VP 76 IF AGC 0
VP 77 A-OUT SW 1
VP 78 D-EMPH 0
VP 79 FM GAIN 0
VP 80 VOLUME 127
VP 81 S TRAP 4
VP 82 C TRAP 4
VP 83 FLESH 0
VP 84 OCD CONT 3
VP 85 OSD POS 38
TURBO ME 1
V CURVE 0
V MUTE 0
EYE 0
NICAM DT 0
SND MUTE 1
GAME 0
V3. 05 OPT 1 66
TURBO 1
ARC 0
200 Pr 0
Blue Back 1
SLIM 0
A2 STEREO 0
SHARP 0
DVDN 6P 1
V3. 05 OPT 2 169
FM TRAN 0
NTSC 1
DUAL SV 1
SYNC KI 1
SND FL1 0
SND FL2 0
PS2NCLR 1
XD MENU 0
V3. 05 OPT 3 78
SYSTEM 4 Multi
SND MODE 1 AV ST
AV 2 AV 12
LOCK KEY 1 6 key
COLOR T 1
PLL DIV 31
V3. 05 OPT 4 41211
VP 0 RF AGC 34
VP 1 H POS 8
VP 2 V POS 0
VP 3 V SIZE 69
VP 4 R BIAS 90
VP 5 G BIAS 90
VP 6 B BIAS 90
VP 7 R DRIVE 65
VP 8 G DRIVE 7
VP 9 B DRIVE 70
VP 10 V LINE 20
VP 11 V S-CORR 10
VP 12 V COMP 3
VP 13 H BLK L 3
VP 14 H BLK R 3
VP 15 AFC GAIN 0
VP 16 H FREQ 15
VP 17 CD MODE 0
VP 18 V BLK SW 0
VP 19 F BB...... SW 1
VP 20 YC FILTER 2
VP 21 Y APF 0
VP 22 SYSTEM 0
VP 23 C VCO 4
VP 24 PAL APC 0
VP 25 STRAP SW 1
VP 26 VIF SYS 1
VP 27 VCO FREQ 28
VP 28 SIF SYS 1
VP 29 SUB BIAS 45
VP 30 BRIGHT 65
VP 31 ABL 1
VP 32 BRI STOP 0
VP 33 ABL TH 4
VP 34 RGB TEMP 0
VP 35 COR GAIN 3
VP 36 PRE SHOOT 0
VP 37 OVER SHOOT 3
VP 38 Y GAMMA 0
VP 39 DC REST 1
VP 40 B-S-START 2
VP 41 B-ST GAIN 2
VP 42 C BY PASS 0
VP 43 C KILL ON 0
VP 44 C KILL 0FF 0
VP 45 C KILL OPER 7
VP 46 RB BAL 5
VP 47 RB ANG 5
VP 48 B-Y LEVEL 10
VP 49 R-Y LEVEL 11
VP 50 V LEVEL 6
VP 51 OVER MO SW 0
VP 52 OVER MO LE 8
VP 53 TINT TH 0
VP 54 Y TH 1
VP 55 Y GAIN 0
VP 56 R WIDTH 0
VP 57 R OFFSET 0
VP 58 B WIDTH 0
VP 59 B OFFSET 0
VP 60 T DISABLE 1
VP 61 V TRANGE 0
VP 62 A MUTE 0
VP 63 V MUTE 0
VP 64 SYNC KILL 0
VP 65 V KILL 0
VP 66 FSC SW 0
VP 67 GRAY 0
VP 68 CROSS BW 0
VP 69 H TONE 3
VP 70 RGB BLK 0
VP 71 C EXT 0
VP 72 CRCB IN 0
VP 73 AUDIO SW 0
VP 74 VOL FILL 0
VP 75 FM MUTE 0
VP 76 IF AGC 0
VP 77 A-OUT SW 1
VP 78 D-EMPH 0
VP 79 FM GAIN 0
VP 80 VOLUME 127
VP 81 S TRAP 4
VP 82 C TRAP 4
VP 83 FLESH 0
VP 84 OCD CONT 3
VP 85 OSD POS 38
TURBO ME 1
V CURVE 0
V MUTE 0
EYE 0
NICAM DT 0
SND MUTE 1
GAME 0
V3. 05 OPT 1 66
TURBO 1
ARC 0
200 Pr 0
Blue Back 1
SLIM 0
A2 STEREO 0
SHARP 0
DVDN 6P 1
V3. 05 OPT 2 169
FM TRAN 0
NTSC 1
DUAL SV 1
SYNC KI 1
SND FL1 0
SND FL2 0
PS2NCLR 1
XD MENU 0
V3. 05 OPT 3 78
SYSTEM 4 Multi
SND MODE 1 AV ST
AV 2 AV 12
LOCK KEY 1 6 key
COLOR T 1
PLL DIV 31
V3. 05 OPT 4 41211
Rabu, 09 Maret 2011
SETTING OPTION SAMSUNG SS46941A
SETTING OPTION SAMSUNG SS46941A
DEFLECTION
V AMP =70
V SHIFT=11
H SHIFT=7
V LINEARITY=23
V SC=18
V COMP=3
V DC=63
DEFLECTION NT
V.AMP NT = -5
V SHIFT NT = -5
H SHIFT NT = +5
V LINE NT = -1
V DC = 0
VIDEO ADJUST 1
R CUT OFF =140
G CUT OFF =140
B CUT OFF =97
R DRIVE =84
G DRIVE =10
B DRIVE =12
SUB BRIGTH =49
SUB CONTRAST =120
SUB COLOUR =120
SUB TINT =64
ABL ON =0
ABL THRESHLD =4
MID STOP =0
SUB SHARPNES =28
OSD V POS =10
VIDEO ADJUST 2
OSD H POS =40
HALF TONE =1
OSD CONTRAST =3
HB START =2
HB STOP =2
RF AGC DELAY =18
AUTO AGC BIAS =4
BST SENSE =0
RST GAIN =0
BST R OFFSET =0
BST B WICTH=0
BST B OFFSET=0
VSEP UP = 0
CORING GAIN =0
VIDEO ADJUST 3
Y GAMMA =2
BLK STR =0
BLK STR GAIN =1
PRE SHOT ADJ =0
OVERSHOT ADJ =0
DC REST =0
COL KILL OPE =7
R/B GAIN BAL=8
R/B ANGLE =8
VIDEO LEVEL=4
VCO TEST =1
AUTO FLASH = 1
COLOR TEST =1
TINT TEST =0
RGB TEMP SW =1
VIDEO ADJUST 4
D SUB BRIGH=3
D SUB CON =4
D SUB SHARP = 5
D SUB PCOL = 5
D SUB Y GAMMA =2
D BST GAIN =1
D BST SENSE =2
D RGB TEMP SW =0
G-Y AMP =15
G-Y ANGLE =1
VIDEO OFFSET =0
IF TEST 1 =0
VCO ADJUST =12
EEPROM 1
DYNAMIC CON =100
DYNAMIC BRI 65
DYNAMIC SHARP =75
DYNAMIC COL =55
DYNAMIC TINT =50
STANDART CON =90
STANDART BRI =50
STANDART SHA =60
STANDART COL =50
STANDART TINT =5
EEPROM 2
MOVIE CON =70
MOVIE BRI =45
MOVIE SHA =25
MOVIE COL = 45
MOVIE TINT = 50
CUSTOM CON =100
CUSTOM BRI = 69
CUSTOM SHA = 87
CUSTOM COL =55
CUSTOM TIN =50
TDA9859 ABL 50
TDA9859 BAS =100
TDA9859 TRE =91
EEPROM 3
V RESET TIM =0
COUNT DOWN =0
H FREQ =63
V / TRAN =1
VCO FREQ = 127
OVER MOD SW =0
OVER MOD LVL = 6
DEEM TC = 0
B-Y DC LEVEL = 10
R-Y DC LEVEL =10
S TRAP TEST = 4
C TRAP ADJ = 4
C TRAP ADJ NT =4
C BPF ADJ =0
C VCO ADJ =4
OPTION 053F8A
TEST PATTERN = 0
0:941 1:941 A = 1
VOL OFFSET = 63
OPT GAMA = 0
OPT REMINDER =1
OPT PIC N = 0
OPT TURBO ASM = 0
OPT DNIE JR = 0
OPT SYSTEM =2
OPT SECAM = 0
AFC GAIN GATE = 0
AFT NOSIGNAL = 1
BILINGUAL = 0
C YAN BACK COL =0
CHECKSUM 8890
G2--ADJUST
AUTO AGC =BEGIN
RESET =01216
Sabtu, 05 Maret 2011
Flyback Tv dan persamaannya
1. AKARI / FUJITEC China
14": BSC 22 - 01N401/ BSC25 - 1194
20/21" BSC25 - 4803T / BSC22 - 2007/ BSC25-N0803A
COL_B+115V_NC_AFC_GND_H_ABL_NC
2. AKIRA
JF0501 - 1901
BSC23 - N0114
COL_B+_GND_185V_H_ABL_GND_16V_NC_24V
AKIRA Vert +14v dan -14v
JF0501 - 19959
BSC25 - 0235A
COL_B+_+14V_-14V_GND_H_AFC_ABL_NC_185V
AKIRA IC8893CPBNG.......BSC25-05...N2135H COL_B+_NC_NC_GND_H_ABL_0_180V_0
3. AIWA 14/20"
84-L83-606-01 FTK 14B011
COL_B+115V_24V_GND_185V_H_ABL_GND_AFC_12V
4. DETRON
14" 154 - 164F
20" 154 - 165D
24v_14v_B+_H_AFC_ABL_GND_185V_NC_COL
5. SHARP
14" F0067PE
20" F0069PE
COL_B+115_24V_16V_NC_AFC_GND_H_185V_ABL
14" F0193 / 21"F0194
Col_B+115_GND_40V_12V_AFC_185V_GND_H_ABL
6. SHARP picollo
14" BSC26 - 2631S / FA 060 WJ - SA
21" JF0501-32601
COL_B+125V_GND_24V_12V_AFC_185V_GND_H_ABL
7. GOLDSTAR
154-177B
154-064P
6174-8004A
COL_185V_B+115V_GND_16V_24V_40V_ABL_H_AFC
154-177E COL_185V_B+_BOOST UP_25V_12V_GND_ABL_H_AFC
8. JVC
21" BSC25 - 0262
COL_B+115V_AFC_NC_24V_GND_H_ABL_185V_ GND
9. FUJITEC lama
14" bsc22 - 2314H
COL_B+_180V_16V_24V_H_GND_ABL_AFC_NC
10. PANASONIC lama:
20" TLF 4N052
Col_B+115v_Nc_24v_H_180v_Gnd_Gnd (R2W 1 ohm)_16v_ABL
ZTF N82014B
Col_B+140v_Nc_+16v_Gnd_H_Gnd_ABL_-16v_ 180v
11. SANSUI
JF051 - 1206
COL_B+115V_185V_16V_24V_H_GND_ABL_AFC_NC
12. LG
20": 6174 - 6006E
Col_185v_B+_Gnd_-14v_+14v_Gnd_ABL_H_AFC
21" flat 6174V-6006H
COL_185V_B+115V_GND_Nc_24V_Nc_ABL_H_AFC
29" 6174Z - 5003A
Col_B+115v_+14v_-14v_200v_Gnd_Nc_28v_ABL_H
LG ultra Slim
21" BSC25-N0363
29" BSC26-N2138
Col_B+_+14V_-14V_200V(Video)_Gnd_Inner_26V_Abl_H
13. TOSHIBA
14" TFB 4067 BD
21" TFB 4125CH
29" TFB 4086A
COL_B+_185V_GND_NC_24V_12V_ABL_H_AFC
14. POLYTRON / DIGITEC
20" FCM 20 B 061N / JF 0501- 19577
COL_B+_GND_NC_185V_H_NC_ABL_+12V_-12V
21" JF0501-195913
Col_B+115_Gnd_185v_Nc_H_25v_Bcl_12v_Afc
15. POLYTRON lama
14" FCK 14A006
20" FCM2015H
20" FTK21R002
NC_NC_GND_185V_16V_H_24V_ABL_B+_COL
16. SAMSUNG
FSV 14A004 FSV14A001 FSV20A001
16,5V_AFC_H_24V_180V_GND_NC_ABL_B+125_COL
FOK14A001
+16,5V_24V_H_-16V,5_185V_GND_NC_ABL_B+125V_COL
14/21" Flat FOK14B001
Col_NC_B+123V_NC_200V_Gnd_H_-16,5V_+16,5V_ABL
17. TV China
BSC 25 Z 603F BSC 25 - 4813A
TP1_COL_TP2_B+_TP3_TP4_GND_H_ABL_NC
18. TV China
BSC 25 - 2004PR
COL_B+_NC_AFC_GND_H_ABL_NC_TP1_TP2
BSC24-01N4014K
BSC25-T1010A T1_
COL_T2_B+_T3_T4_GND_H_ABL_180V
19. SANYO
21" L 40 B 15300 / L40B17100
JF0501-32639 (SANYO SLIM 21")
COL _B+_NC_185V_AFC_ABL_NC_LOW B_H_GND
SANYO SLIM FLAT 29"
BSC26-2629S part no: ILB4L40B07500
Col_B+140v_Nc_Video 185v_Afc_Abl_Nc_Low B_H_Gnd Tr Hor D2634
20. TCL
21" BSC 25 - 0299D
185V_COL_AFC_B+115V_12V_24V_ABL_GND_NC_H
21. TV China
29" BSC26 - 3606A
Col_B+125_NC_AFC_GND_H_ABL_T1_T2_T3
22.TV China
29" BSC28 - N2329
Col_TP2_B+_GND_185V_NC_NC_ABL_H_AFC
23. TV SAMSUNG
29" FUH29A001 / SAMSUNG FLAT SLIM JF0501 - 91911 (FQH29A003)
21" SLIM FQH21A004 (FUH29A001B (S) )
COL_NC_B+125V_NC_200V_GND_H_-16,5V_+16,5V_ABL
24. KONKA
14" BSC25-2023S
20" BSC25-0111
COL_185V_B+_GND_AFC_14V_ABL_H_NC_NC
25. SONY
8-598-858-00
8-598-831-00
8-598-811
1-453-284-11
COL_B+_200V_H_GND_-13V_GND_+13V_NC_ABL
Langganan:
Postingan (Atom)













